Cerminan Diri
Hai,
Keluarlah sebentar
Tengadahkan kepalamu menghadap langit
Biarkan mentari mendekapmu hangat
Ah, jangan lupa
Pejamkan kedua matamu
Kalau tidak, bisa bisa langit iri
Karena indahnya bersaing dengan netra yang memandangnya
Kamu dengar suara burung di sana?
Tak ada satupun yang bernyanyi lesu
Mereka tidak pernah kecewa oleh pagi
Sebab pagi memberi mereka kesempatan untuk menikmati hari lagi dan lagi
Sayang, coba pahami ini
Hidup nyatanya terlalu berharga untuk dilalui dengan berat hati
Mentari yang selalu menyapa pagimu dengan tulus tak pernah jengah meski kau abaikan berkali-kali
Suatu hari, saat kamu merasa sulit
Jangan lagi salahkan semesta
Aku tahu tak ada masalah yang tak pahit
Tapi sepahit apapun itu, kamu harus yakin bahwa
“Suatu kebahagiaan akan datang pada waktunya”
Keluarlah sebentar
Tengadahkan kepalamu menghadap langit
Biarkan mentari mendekapmu hangat
Ah, jangan lupa
Pejamkan kedua matamu
Kalau tidak, bisa bisa langit iri
Karena indahnya bersaing dengan netra yang memandangnya
Kamu dengar suara burung di sana?
Tak ada satupun yang bernyanyi lesu
Mereka tidak pernah kecewa oleh pagi
Sebab pagi memberi mereka kesempatan untuk menikmati hari lagi dan lagi
Sayang, coba pahami ini
Hidup nyatanya terlalu berharga untuk dilalui dengan berat hati
Mentari yang selalu menyapa pagimu dengan tulus tak pernah jengah meski kau abaikan berkali-kali
Suatu hari, saat kamu merasa sulit
Jangan lagi salahkan semesta
Aku tahu tak ada masalah yang tak pahit
Tapi sepahit apapun itu, kamu harus yakin bahwa
“Suatu kebahagiaan akan datang pada waktunya”
Komentar
Posting Komentar