Jatuh Cinta
2014,
Tiap pagi, setelah saya mulai jatuh cinta kepadamu, saya jadi suka membayangkan sosokmu lama - lama dalam kepala. Tersenyum - senyum sendirian sambil bertanya - tanya kamu disana sedang melakukan apa, masih kah dirimu terlelap tidur atau malah sudah rapih dan wangi untuk melakukan kegiatan sehari - harimu.
Tiap pagi, setelah saya mulai jatuh cinta kepadamu, saya jadi suka membayangkan sosokmu lama - lama dalam kepala. Tersenyum - senyum sendirian sambil bertanya - tanya kamu disana sedang melakukan apa, masih kah dirimu terlelap tidur atau malah sudah rapih dan wangi untuk melakukan kegiatan sehari - harimu.
Tiap pagi, setelah saya jatuh cinta kepadamu, saya jadi suka membayangkan bagaimana kalau wajahmu adalah sesuatu yang akan pertama kali saya lihat nanti pada saat ku memulai hari - hari ku.
Tiap pagi, setelah saya jatuh cinta kepadamu, saya jadi suka mengevaluasi diri saya setiap saat. Melihat dengan rendah hati segala kekurangan - kekurangan yang saya punya. Saya jadi sering bercakap - cakap pada diri saya sendiri, membicarakan apa yang harus saya lakukan selanjutnya untuk membuat diriku pantas.
Sudah kah saya siap? Sudah mampukah saya mengemban berbagai tanggungjawab yang akan menjadi harga untuk kita bersama? Sudah mampukah saya untuk menjaga relasi dan komunikasi antara kita selalu baik - baik saja?
Sekarang saya sudah memulai memperhatikan hal - hal kecil biasa saja namun nyata adanya. Mulai memperbaiki diri dengan lebih mendisiplinkan diri, walau hanya dengan lebih rajin membersihkan diri dan makan teratur sesuai dengan porsi secukupnya. Saya membenahi dulu segala hal yang sangat sepele, sebab saya tahu kamu tidak mempan digombali dengan kata selamanya yang bertele - tele.
Tiap hari, saya bersyukur sudah jatuh cinta kepadamu.
Saya merasa beruntung punya kesempatan untuk jatuh cinta seperti ini, cinta yang bisa memotivasi diri saya sendiri untuk selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik.
Komentar
Posting Komentar